Di kos

Off the record.
Sekarang saya anak kos. Merasakan perbedaan yang cukup jelas ketika gelar "Anak Asrama" yang sudah saya kenakan 6 tahun dicopot.
Di kamar kos, Anda bisa menemukan sebuah galon minum. Eh, ada 2 galon di kamar saya. Satunya terisi air satunya kosong karena Pak Galon tidak membawanya ketika bertandang mengantarkan air minum.
Ada 6 stopkontak, enam-enamnya untuk saya sendiri. Mengingat barang-barang saya yang membutuhkan listrik hanya rice cooker, HP, laptop, dan powerbank. Sebenarnya kamar yang tak terlampau luas ini untuk 2 orang. Tempat tidur yang saya tempati pun susun atas bawah mengingatkan saya akan suasana ma'had di MAN dulu. Teman sekamar saya, Y, Fakultas Hukum, pindah selang sebulan dari ospek. Kini kamar ini sudah cukup nyaman untuk saya sendiri.
Suatu subuh ketika saya memasuki kamar mandi untuk mencuci baju dan mandi, saya tak mengunci pintu. Sekembalinya saya mendapati hand body lotion, sunblock dan uang berkertas hijau raib. Maka kamar kos saya kehilangan persentase keamanan. Pipis pun saya pastikan pintu kamar terkunci.
Di kamar kos, ada 2 buah lemari kayu untuk 2 orang. Cukup pendek dan memudahkan saya meletakkan bedak, lotion dan parfum di situ. Saya menata kotak makan, piring dan gelas di sana. Rupanya ada cicak jatuh dari dinding ke atas lemari, sukses membuat saya bergidik dan mendeburatakan atas lemari.
Baru-baru ini saya mendapatkan hand body lotion baru. Bukan dari hasil mencuri tentunya. Saya hanya membayangkan apa yang terjadi bila si pencuri hand body lotion membalurkan krim ke kulitnya, akankah bulu-bulu kulitnya melebat bagaikan hutan hujan di Brazil atau menghaluskan kulit bak pipi babon Afrika.
Halo kos. I live in you since September.

Komentar

Postingan Populer